Hari pertama diawali dengan registrasi peserta, sesi perkenalan, dan kontrak belajar. Peserta kemudian mendapatkan materi “Peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P)” oleh Harits Ridho Julianta (Fasilitator Forum Anak Provinsi Kalimantan Barat), dilanjutkan dengan sesi games dan pembagian kluster. Menjelang malam hari, pengurus Forum Anak Kabupaten Sanggau periode 2023 – 2025 menyampaikan laporan pertanggungjawaban kepengurusan, setelah itu acara dilanjutkan dengan materi “Kesehatan Mental bagi Generasi Z” yang disampaikan oleh Bunda Pratiningsih, S.Psi., M.Psi., Psikolog.
Memasuki hari kedua, kegiatan diawali dengan senam pagi yang membangun semangat peserta. Acara resmi dibuka oleh Wakil Bupati Sanggau yakni Bunda Susana Herpena, S.Sos., M.H. di hari kedua ini. Dalam sambutannya seperti dikutip melalui laman resmi Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sanggau, Wakil Bupati Sanggau menegaskan bahwa pembentukan Forum Anak bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan bentuk nyata komitmen daerah dalam mendengar dan menghargai suara anak-anak.

“Pada hari ini kita akan membentuk Forum Anak Kabupaten Sanggau, dimana Forum Anak adalah sebuah wadah partisipasi anak dalam pembangunan dan perlindungan hak anak. Forum Anak bukan sekadar organisasi biasa. Ini adalah bentuk nyata bahwa suara anak-anak juga perlu didengar, dihargai, dan dijadikan pertimbangan dalam setiap kebijakan, baik di lingkungan sekolah, masyarakat, maupun di tingkat pemerintahan,” ujar Bunda Susana Herpena, dikutip dari diskominfo.sanggau.go.id.
Peserta kemudian mengikuti materi “Proses Penanganan ABH” oleh AIPDA Syahwanda dari Unit PPA Polres Sanggau, diikuti dengan diskusi klaster hak anak. Malam harinya, digelar Malam Budaya atau malam ekspresi anak, di mana peserta menampilkan kreativitas dan bakat masing-masing.
Hari ketiga menjadi puncak kegiatan dengan penyusunan rencana aksi dan pembacaan Suara Anak Kabupaten Sanggau 2024. Aspirasi ini mencakup berbagai isu penting yang dirasakan anak-anak di daerah, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan dari kekerasan. Penyerahan Suara Anak dilakukan secara simbolis dan disaksikan langsung oleh Bunda Titin Sumarni, S.H., Kabid PA DINSOSP3AKB Kabupaten Sanggau, yang sekaligus menutup acara secara resmi.
Melalui kegiatan ini, Forum Anak Kabupaten Sanggau berhasil memperkuat kapasitas anggotanya sekaligus merumuskan agenda advokasi yang lebih terarah. Harapannya, suara anak yang telah dirumuskan dapat menjadi masukan berharga dalam kebijakan daerah, sehingga pembangunan di Bumi Daranante semakin ramah dan berpihak pada anak.
